Polda Bali Gelar Minggu Kasih di Living World, Serap Aspirasi dan Perkuat Pelayanan Prima

 


DENPASAR – Program Minggu Kasih kembali digelar oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bali sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat terkait pelayanan kepolisian. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Mall Living World, Jl. Gatot Subroto Timur, Tonja, Denpasar Utara, pada Minggu (11/1/2026).


Program Minggu Kasih bertujuan untuk mendengarkan masukan dan keluhan masyarakat mengenai pelayanan Polri serta memperkuat implementasi Polri yang DHARMA (Disiplin dan Berintegritas, Humanis, Akuntabel, Responsif, Melayani dengan Hati, dan Adaptif). Melalui kegiatan ini, Polda Bali berharap dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat, humanis, dan saling mendukung antara masyarakat dan kepolisian.


Kasubdit Bintsatpam/Polsus Polda Bali, AKBP Rahmawaty Ismail, S.E., S.I.K., M.M., dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan kamtibmas dan pentingnya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan Mall Living World. Ia menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.


Hadir pula dalam kegiatan ini Kabagbinopsnal Ditpamobvit Polda Bali AKBP Tri Joko Widiyanto, A.Md., S.H., M.A.P., Kasubagminopsnal Ditpamobvit AKP I Gede Putu Raka Sujana, serta Chief Security PT Bumame Utama Indonesia.


Setelah pemaparan mengenai tujuan Minggu Kasih, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan dari petugas pengamanan mall adalah mengenai bagaimana cara memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung, terlebih apabila terjadi kendala dalam melayani customer.


Tanggapan Polda Bali: Sikap Dasar Pelayanan Prima (Service Excellent)
Polda Bali menjelaskan bahwa petugas pengamanan bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga merupakan frontliner dalam pelayanan kepada masyarakat. Beberapa prinsip dasar pelayanan prima yang harus diterapkan antara lain:


1. Senyum, Sapa, Salam

Bersikap sopan dan ramah

Tidak arogan

Menggunakan bahasa yang santun dan mudah dipahami

Menampilkan penampilan yang rapi dan siap membantu


2. Menghadapi Kendala Pelayanan dengan Empati


Ketika pengunjung mengalami masalah seperti tersesat, komplain, kehilangan barang, atau antrean panjang:

Dengarkan keluhan tanpa memotong pembicaraan

Tunjukkan empati dan kepedulian

Jaga kontak mata dan bahasa tubuh positif


3. Tetap Tenang dan Profesional

Jangan terpancing emosi

Tidak berdebat atau menyalahkan pengunjung

Kendalikan nada suara

4. Berikan Solusi Cepat dan Tepat

Jika bisa ditangani langsung, selesaikan segera

Jika perlu bantuan pihak lain, jelaskan arahan dengan jelas

Jika belum mengetahui solusi, bersikap jujur dan segera mencari bantuan

5. Perlakukan Semua Pengunjung Secara Setara

Termasuk anak-anak, lansia, difabel, dan wisatawan


Utamakan kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas


Dengan pemahaman dan penerapan pelayanan prima tersebut, diharapkan masyarakat semakin mudah menyampaikan aspirasi dan keluh kesahnya. Program Minggu Kasih menjadi sarana membangun komunikasi, kolaborasi, serta kepercayaan antara masyarakat dengan Kepolisian. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pembentukan generasi yang cerdas, produktif, dan berperan positif bagi lingkungan sekitarnya. (*)


Tidak ada komentar: