Jaga Keamanan, Polri Hadir di Tengah Hangatnya Pasar Ramadan Kampung Jawa Denpasar
Denpasar - Suasana sore di Kampung Jawa, Denpasar, terasa berbeda. Aroma kolak, gorengan hangat, dan aneka takjil menyeruak di udara, menyambut ratusan warga yang berburu hidangan berbuka puasa di Pasar Ramadan yang digelar di sebelah Masjid Raya Baiturrahmah, Jalan Ahmad Yani, Selasa (3/3/2026).
Di tengah keramaian itu, personel Satgas Preventif Ops Cipkon Agung-2026 dari Polda Bali tampak hadir menyatu dengan masyarakat. Kehadiran mereka bukan sekedar patroli rutin, melainkan bentuk nyata pelayanan dan perlindungan kepada warga yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.
Saat ini, Polda Bali menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung-2026 dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H. Momentum dua hari besar keagamaan ini menjadi perhatian khusus agar seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan aman dan lancar.
Menjelang waktu berbuka, arus kendaraan di sekitar masjid meningkat signifikan. Rata-rata sekitar 800 jamaah memadati Masjid Baiturrahmah setiap harinya, dan jumlah tersebut meningkat selama Ramadan. Melihat tingginya aktivitas masyarakat, personel kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas di pertigaan depan masjid, melaksanakan penjagaan, serta patroli di sekitar lokasi pasar.
Petugas juga berdialog langsung dengan para pedagang, jamaah, dan tokoh masyarakat, termasuk pengurus masjid, Syaiful Bahri. Dalam koordinasi tersebut, kepolisian menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan.
Selain itu, mengingat belakangan cuaca ekstrem kerap terjadi, petugas kepolisian memastikan stand-stand takjil yang berdiri di samping masjid dalam kondisi aman dan tidak membahayakan pengunjung.
Polri juga mengimbau masyarakat agar segera menghubungi layanan call center 110 apabila menemukan hal mencurigakan atau terjadi tindak pidana. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci utama terciptanya situasi yang kondusif.
AKBP I Gusti Agung Purnama Wirahadi, S.T. dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen memberikan rasa aman, khususnya di momen keagamaan.
“Operasi Cipkon Agung-2026 ini kami laksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, baik menjelang Nyepi maupun selama Ramadan hingga Idul Fitri, dapat berjalan dengan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, serta membangun sinergi dengan tokoh agama dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Jika ada potensi gangguan keamanan, jangan ragu melapor melalui layanan 110. Sinergi inilah yang membuat Bali tetap aman dan nyaman,” tegasnya.
Di tengah riuh tawa anak-anak dan antrean warga yang menunggu waktu berbuka, kehadiran polisi sore itu menjadi simbol bahwa negara hadir, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat rasa kebersamaan di bulan penuh berkah. (*)

Tidak ada komentar: