Saat Pemuda Banjar Sibuk Membuat Ogoh-Ogoh, Polri Hadir Bawa Pesan Kamtibmas
DENPASAR - Kehadiran Polri di tengah aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi terus dilakukan dengan pendekatan humanis. Personel Polda Bali yang terlibat dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menyambangi para pemuda yang sedang membuat ogoh-ogoh di Banjar Abian Kapas Kaja, Denpasar, Senin (9/3/2026) malam.
Kegiatan yang dipimpin Kompol I Made Karsa, S.H., M.H. itu melibatkan 10 personel dari satuan Ditsamapta Polda Bali. Mereka melaksanakan pengaturan, penjagaan, patroli, serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga sekitar pukul 22.15 Wita.
Dalam suasana santai dan dialogis, petugas kepolisian berinteraksi langsung dengan para pemuda Banjar Abian Kapas Kaja yang sedang mengerjakan ogoh-ogoh sebagai bagian dari tradisi menjelang Nyepi. Petugas kepolisian mengingatkan agar selama proses pengerjaan yang berlangsung hingga larut malam, para pemuda tidak membunyikan musik keras ataupun menimbulkan suara bising yang dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan Ketua Seka Truna-Truni (STT) Banjar Abian Kapas Kaja, Ketut Wiranata, untuk bersama-sama mengingatkan para anggota STT agar pada saat pelaksanaan parade ogoh-ogoh tetap mengikuti aturan yang berlaku sehingga kegiatan tersebut dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Di lokasi yang sama, petugas kepolisian juga mengingatkan warga yang turut mempersiapkan parade ogoh-ogoh sekitar 25 orang yang terdiri dari anak-anak dan orang tua agar selalu memperhatikan barang bawaan dan menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. mengatakan bahwa kegiatan patroli dialogis tersebut merupakan bagian dari upaya Polri menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang Hari Raya Nyepi.
“Polri hadir tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dengan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban. Tradisi ogoh-ogoh adalah budaya yang harus kita jaga, namun tetap perlu dilaksanakan dengan tertib, aman, dan menghormati kenyamanan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara polisi, tokoh masyarakat, serta para pemuda sangat penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan menjelang Nyepi di Bali dapat berjalan dengan aman dan penuh kebersamaan. (*)

Tidak ada komentar: