Tabanan, Curah Hujan yang tinggi dalam beberapa hari belakangan ini, menyebabkan terjadinya bencana alam tanah longsor di beberapa desa di wilayah kabupaten tabanan diantaranya Desa Sande Kecamatan Pupuan, Desa Apuan Kecamatan Baturiti, Desa Belatungan Kecamatan Pupuan, Banjar Dinas Kupang Desa Penebel dan Banjar Dauh Pale Desa Dauh Peken yang mengakibatkan 1 (satu) orang warga meninggal Dunia akibat tertimbun reruntuhan bangunan yang disebabkan oleh tanah longsor.senin(17/10/2022).


Korban meninggal merupakan siswa Sekolah Dasar 1 Apuan, Desa Apuan Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan atas nama I Putu Aldi Prayoga, umur 11 tahun, saat terjadinya tanah longsor korban bersama orang tuanya sedang beistirahat di dalam rumah, mendengar gemuruh tebing yang berada di belakang rumah, sehingga orang tua korban terbangun dan melihat rumah di bagian belakang yang digunakan korban untuk beristirahat sudah tertimbun oleh tanah sehingga korban tidak sempat untuk diselamatkan.


Mendengar Kejadian tersebut Babinsa Desa Apuan Sertu I Gede Arsana langsung mendatangi lokasi kejadian di susul dengan Camat Baturiti Sayu Made Parwati, selanjutnya camat Baturiti menghubungi pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Tabanan, Sambil menunggu kedatanagan pihak BPBD, Babinsa yang di bantu oleh warga setempat berusaha untuk membersihkan tanah longsor dengan menggunakan alat seadanya.


Saat di konfirmasi Sertu I Gede Arsana menyampaiakan bahwa curah hujan yang tinggi secara terus menerus beberapa hari belakangan ini dan kultur tanah yang labil mejebabkan terjadinya tanah longsor tersebut dan dengan alat seadanya kami berusaha untuk membantu warga yang terkena musibah tanah longsor dalam kejadian tersebut menelan korban yang merupakan Siswa Sekolah Dasar, terang Babinsa


Babinsa juga menambahkan, “Selang beberapa jam, Babinsa beserta warga dan Tim BPBD berhasil mengepakuasi Korban dari reruntuhan tanah longsor dan saat ini korban di semayamkan di rumah duka yang terletak di Desa Apuan Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan untuk menunggu keputusan pihak keluarga guna  kelangsungan prosesi acara penguburan korban”ungkapnya.


Ditempat Berbeda saat dikonfirmasi Danramil 1619-07/Baturiti Mayor (Har) Inf I Wayan Supardi, menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati – hati, mengingat situasi saat ini sudah memasuki musim penghujan dengan segala kemungkinan terjadinya bencana pada musim hujan dan cuaca ekstrim saat ini, terang Danramil.  ***